بسم الله الرحمن الرحيم
Semasa dulu
Aku paling senang memperhatikan karakter seseorang
Hingga sekarang pun masih
.
Tapi...
.
Jika dulu aku melihat dari suku orang tersebut
Maka sekarang cukup melihat seseorang dari pengetahuannya dalam dienul islam
.
Jika dulu terlalu mengagung-agungkan suku ini dan itu
Merendahkan suku ini dan itu
Maka semenjak saatnya tiba
Semua terbantahkan!
.
Seperti teori Darwin yang mengatakan manusia dari kera (?)
.
Ketika pernah awalan mengenal ummahat dari suku Z
Rasanya tak percaya & terpana atas pengetahuannya ilm nya
.
Rak-rak yang penuh dengan kitab berbahasa arab
Rumah mungil sederhana
Yang dihuni oleh 5 orang
.
Padahal selama dulu sempat terdoktrin
Bahwa suku Z itu begini dan begitu
Maka jauhilah
.
Tapi ma syaa Allah
Allah berikan petunjuk kepada siapa saja yang ia kehendaki
.
Bermula dari situ
Mulai berpikir untuk mencari ilmu tanpa batasan apapun
.
Sekalipun ia dari seorang anak kecil
Yang mungkin dari segi pengalaman
Sangat jauh berbeda
Tapi dari segi kejujuran & ketulusan
Kita justru yang harus lebih banyak belajar
بسم الله الرحمن الرحيم
Semenjak aku hijrah
Aku belajar banyak mengenai ilmu agama
Seakan-akan tak perlu lagi bagiku ilmu dunia
Rasanya semua tercukupkan dengan ilmu agama
.
Semenjak saat aku bersamanya pula
Akupun belajar
Untuk menangkis penyakit hati dan fisik yang pernah hinggap
Belajar untuk memaafkan saat itu pula
Belajar untuk mengungkapkan rasa kasih sayang
Melalui lisan & perbuatan
.
Karena aku sadar
Hal terberat bagiku dulu adalah
Sulitnya mengungkapkan sebuah rasa melalui lisan & perbuatan
Kecuali tulisan
.
Hingga pada akhirnya
Sampai saat ini
Akupun masih terus belajar
.
Betapa berartinya kedua hal tersebut
Bagi orang yang berada disekitar
.
Semakin terus menapaki kisah para shahabat/shahabiyah
Rasanya semakin malu
Karena akhlaq & adab masih begitu jauh dari baik
.
Tapi bukan saatnya untuk berhenti dan menyerah
Karena Allah Maha Melihat apa yang diusahakan hambaNya
Apa yang menjadi doa tersembunyi hambaNya
بسم الله الرحمن الرحيم
Seorang laki-laki, baik itu ayah/suami
Ketika mereka sakit, mereka tidak akan mengatakannya
.
Tapi sebenarnya bahasa tubuh tidak bisa dibohongi
Jika saja anak/istri faham, dari melihat & mengambil hikmah
.
Karena laki-laki memiliki prinsip, yang fitrahnya adalah menyelesaikan urusan mereka sendiri .
Sekalipun itu berkaitan dengan sakit
.
Namun, jika laki-laki sudah mengatakan "aku sakit"
.
Itu berarti rasa sakitnya sudah berada dititik tertinggi
.
Dan waspadalah terhadap keadaan tersebut,
Itu bisa jadi bahwa anak/istri, hampir saja lalai
Dari hal yang seharusnya diperhatikan
.
.
Berbeda dengan seorang perempuan, ibu/istri
Jika perempuan sakit, ia senantiasa menceritakan begini dan begitu mengenai rasa sakitnya
.
Itu dikarenakan, ia ingin didengarkan ceritanya
Walaupun tak perlu mendapatkan solusi
.
Karena perempuan, telah Allah ciptakan begitu indah dan kuat untuk dapat bertahan dalam kondisi apapun
.
Itulah mengapa, perempuan lebih banyak berbicara daripada lelaki
.
Perempuan lebih mudah mengutarakan setiap hal, daripada lelaki.
.
Sedangkan lelaki, yang fitrahnya kepala rumah tangga
Sedikit berbicara, namun lebih banyak dengan perbuatan
.
Lebih memilih berada dalam "gua" untuk menyelesaikan masalah
Daripada harus mencari tempat "curhatan" diluaran
.
[seorang anak dan istri yang sedang belajar]
Kita ga akan pernah tau
Jika kita terus merasa enak berada di comfort zone
Tak beranjak menapaki hikmah
Dan belajar jadi lebih baik
.
Kebanyakan orang memang lebih memilih seperti itu
Tapi hanya sedikit orang yang mampu bangkit dari comfort zone
Karena mereka tau resiko & hasil jika mereka bisa melaluinya
.
Ga akan pernah ada yang sia-sia
Karena hasil, takkan pernah mengkhianati proses
Penyesalan itu selalu datang belakangan.
Jangan pernah memandang remeh, hal sekecil butiran pasirpun, yang telah orang lain perbuat untuk kita.
Hingga nanti pada akhirnya, setelah berada di masa yang berbeda, kita baru akan mengerti, artinya sebuah kata penyesalan.
Yang terkadang sulit untuk ditebus.
Walaupun dalam waktu yang begitu panjang.
Belajar memanfaatkan setiap detik waktu yang begitu berharga, untuk perjalanan menyimpan memori di akhirat. Sehingga bisa diputar kembali, mengenang masa indah diwaktu dunia. Bersama mereka...
Ya mereka..
.
Inilah mengapa Allah selalu berikan pelajaran, lalu ujian, dan kelulusan. Agar kita dapat mendulang pengalaman berharga. Dalam barisan mutiara yang takkan pernah ternilai, oleh apapun.
Tempat tinggal itu, seharusnya bukanlah yang paling indah dihadapan lisan & pandangan mata manusia yang berkunjung.
Tapi, adalah tempat yang bisa menjadi hijab bagi penghuninya. Menyejukkan hati & pandangan para malaikat yang masuk kedalamnya. Sehingga buliran do'a bisa terijabah, dan terangkat hingga ke atas langit. Bahkan, jika Allah menghendaki, menjadi berkah untuk para penghuni tempat tinggal tersebut.
Seharusnya bersyukur itu dalam keadaan apapun. Baik sehat maupun sakit. Sehat, nikmat dalam beribadah. Sakit, maka jadi penggugur dosa yang telah dilakukan. . . . .
Begitu pula dengan makanan. Bersyukur atas apa yang bisa didapatkan. Jangan dicela, karena ini pilihan & rejeki dari Allah. Masih banyak yang sulit mendapatkannya, walaupun hanya sebutir nasi. Sedangkan kita, terkadang khilaf menyisakan sebutir nasi untuk syaitan..