dlu ketika aku jahil, aku byk cari perhatian dgn laki2 krn apa yg ga aku dpetin dr papa.l rahimahullāh.
gonta ganti pacar. temen lebih seneng dket dg laki2. tapi bodohny aku tetep masuk trap nya mereka. bahkan dihancurkan hidupku dg mereka.
hingga akhrny aku memohon2 utk segera nikah, krn ujian zina yg pernah aku rasakan. ntah dgn siapapun it yg Allah pilihkan.
ketika pernikahan pertama, kurasa dia bisa penuhi apa yg ga aku dapatkan dr papa rahimahullāh+ zina yg tidak kulakukan lg, krn sudah dptkan tempatnya.
tp apa yg kudapatkan, adalah rasa tidak aman, tekanan dr keluarganya & bahkan masa lalu dia.
kuputuskan utk disudahi 10 tahun perjalanan.
sekarang pernikahan kedua, adalah disconnection emotional bonding, support, false hope, lots.. bahkan seakan2 semua hal aku mesti berpikir & berhadapan dg logika, disaat dia ga sadar pentingny perasaan.
saat ini disaat aku udah ada sara, dan cuma sara yg bs jd salah satu alasan aku mau bertahan dlm kehidupan dunia ini setelah Allah.
gila ya laki2, apa hikmah semua ini yaRabb?
apa aku memang harus berjalan bersama sara aja, atau bertahan? alasan apa aku harus bertahan? omongan orang lain? atau karena Engkau? pikiranku masih ga sampai yaRabb..
dari sekian banyak hal yg aku sangat syukuri sampai detik ini adalah Engkau msh terus membimbing hamba, memberikan petunjuk, apa yg hrs hamba lakukan..
dan hamba sadar, apa yg hamba rasakan hari ini, adalah kesalahan pikiran bodoh hamba & keputusan yg tanpa hamba benar2 pertimbangankan. hamba hanya berdasarkan apa yg hamba lihat & rasakn..
allahul mustaan