Saturday, 3 June 2017

June 3, 2017



بسم الله الرحمن الرحيم


Seorang laki-laki, baik itu ayah/suami
Ketika mereka sakit, mereka tidak akan mengatakannya
.
Tapi sebenarnya bahasa tubuh tidak bisa dibohongi
Jika saja anak/istri faham, dari melihat & mengambil hikmah
.
Karena laki-laki memiliki prinsip, yang fitrahnya adalah menyelesaikan urusan mereka sendiri .
Sekalipun itu berkaitan dengan sakit
.
Namun, jika laki-laki sudah mengatakan "aku sakit"
.
Itu berarti rasa sakitnya sudah berada dititik tertinggi
.
Dan waspadalah terhadap keadaan tersebut,
Itu bisa jadi bahwa anak/istri, hampir saja lalai
Dari hal yang seharusnya diperhatikan
.
.
Berbeda dengan seorang perempuan, ibu/istri
Jika perempuan sakit, ia senantiasa menceritakan begini dan begitu mengenai rasa sakitnya
.
Itu dikarenakan, ia ingin didengarkan ceritanya
Walaupun tak perlu mendapatkan solusi
.
Karena perempuan, telah Allah ciptakan begitu indah dan kuat untuk dapat bertahan dalam kondisi apapun
.
Itulah mengapa, perempuan lebih banyak berbicara daripada lelaki
.
Perempuan lebih mudah mengutarakan setiap hal, daripada lelaki.
.
Sedangkan lelaki, yang fitrahnya kepala rumah tangga
Sedikit berbicara, namun lebih banyak dengan perbuatan
.
Lebih memilih berada dalam "gua" untuk menyelesaikan masalah
Daripada harus mencari tempat "curhatan" diluaran
.
[seorang anak dan istri yang sedang belajar]

Friday, 2 June 2017

June 2, 2017



Kita ga akan pernah tau

Jika kita terus merasa enak berada di comfort zone
Tak beranjak menapaki hikmah
Dan belajar jadi lebih baik
.
Kebanyakan orang memang lebih memilih seperti itu
Tapi hanya sedikit orang yang mampu bangkit dari comfort zone
Karena mereka tau resiko & hasil jika mereka bisa melaluinya
.
Ga akan pernah ada yang sia-sia
Karena hasil, takkan pernah mengkhianati proses

Friday, 26 May 2017

May 26, 2017



Penyesalan itu selalu datang belakangan.

Jangan pernah memandang remeh, hal sekecil butiran pasirpun, yang telah orang lain perbuat untuk kita.

Hingga nanti pada akhirnya, setelah berada di masa yang berbeda, kita baru akan mengerti, artinya sebuah kata penyesalan.
Yang terkadang sulit untuk ditebus.
Walaupun dalam waktu yang begitu panjang.

Belajar memanfaatkan setiap detik waktu yang begitu berharga, untuk perjalanan menyimpan memori di akhirat. Sehingga bisa diputar kembali, mengenang masa indah diwaktu dunia. Bersama mereka...
Ya mereka..
.
Inilah mengapa Allah selalu berikan pelajaran, lalu ujian, dan kelulusan. Agar kita dapat mendulang pengalaman berharga. Dalam barisan mutiara yang takkan pernah ternilai, oleh apapun.

Tuesday, 23 May 2017

May 23, 2017



Tempat tinggal itu, seharusnya bukanlah yang paling indah dihadapan lisan & pandangan mata manusia yang berkunjung. 

Tapi, adalah tempat yang bisa menjadi hijab bagi penghuninya. Menyejukkan hati & pandangan para malaikat yang masuk kedalamnya. Sehingga buliran do'a bisa terijabah, dan terangkat hingga ke atas langit. Bahkan, jika Allah menghendaki, menjadi berkah untuk para penghuni tempat tinggal tersebut.

Saturday, 20 May 2017

May 20, 2017



Seharusnya bersyukur itu dalam keadaan apapun. Baik sehat maupun sakit. Sehat, nikmat dalam beribadah. Sakit, maka jadi penggugur dosa yang telah dilakukan. . . . .


Begitu pula dengan makanan. Bersyukur atas apa yang bisa didapatkan. Jangan dicela, karena ini pilihan & rejeki dari Allah. Masih banyak yang sulit mendapatkannya, walaupun hanya sebutir nasi. Sedangkan kita, terkadang khilaf menyisakan sebutir nasi untuk syaitan..

Wednesday, 10 May 2017

Wednesday, 3 May 2017

May 3, 2017



Bismillahirrahmanirrahim


Al Hasan Al Bashri mengatakan, "Al Qur'an diturunkan untuk diamalkan, namun orang-orang menjadikan bacaan Al Qur'an sebagai amalan." Maksudnya, mereka sebatas membaca Al Qur'an, tanpa mengamalkannya.

Begitu pula untuk memperingati khataman Al Qur'an, para Qurra' ( Qurra’ adalah jama’ dari qari’, yang artinya orang yang membaca ) rela merogoh kocek untuk mengadakan suatu perayaan yang gegap gempita dengan menyalakan lampu-lampu. Mereka menyiakan harta benda, menyerupai kaum majusi, & menyediakan sarana berkumpul antara kaum perempuan & laki-laki di malam hari. Iblis membuai mereka, bahwa peringatan tersebut dari kemuliaan Islam.

Sumber : Talbis Iblis, Ibnul Jauzi
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Dan setelah ngebaca tulisan diatas, seketika teringat sekitar 4th yg lalu sepertinya. Ada wisuda para penghafal Al Qur'an besar2an disebuah stadion. Dan anehnya, menghadirkan "legenda" dari kaum penyembah berhala untuk meramaikan acara tersebut.

Memang, tokoh yang memiliki sebuah tempat pendidikan para penghafal Al Qur'an itu begitu terpandang. Bahkan dikatakan sebagai seorang yang fahim dalam ilmu agama, khususnya sedekah, bisnis & mencetak para penghafal Qur'an. Ma syaa Allah.

Tapi sayangnya, aqidahnya tak sesuai dg kelebihan yang telah disandangnya selama ini.

Inilah yang terkadang membuat syubhat (ragu2, abu2) terhadap mereka yang masih awam. Hanya memandang secara dzohir (apa yang tampak secara kasat mata), tapi lalai untuk belajar mengetahui lebih mendalam.

Memohon terus kepada Allah untuk ditunjukkan yang haq itu haq & meminta pada Allah agar kita bisa mengikutinya. Dan memohon untuk ditunjukkan yang bathil itu bathil & meminta pada Allah agar kita dapat menjauhinya.

Catatan kecil untuk mengingatkan ku.

Wallahua'lam