Wednesday, 10 May 2017

Wednesday, 3 May 2017

May 3, 2017



Bismillahirrahmanirrahim


Al Hasan Al Bashri mengatakan, "Al Qur'an diturunkan untuk diamalkan, namun orang-orang menjadikan bacaan Al Qur'an sebagai amalan." Maksudnya, mereka sebatas membaca Al Qur'an, tanpa mengamalkannya.

Begitu pula untuk memperingati khataman Al Qur'an, para Qurra' ( Qurra’ adalah jama’ dari qari’, yang artinya orang yang membaca ) rela merogoh kocek untuk mengadakan suatu perayaan yang gegap gempita dengan menyalakan lampu-lampu. Mereka menyiakan harta benda, menyerupai kaum majusi, & menyediakan sarana berkumpul antara kaum perempuan & laki-laki di malam hari. Iblis membuai mereka, bahwa peringatan tersebut dari kemuliaan Islam.

Sumber : Talbis Iblis, Ibnul Jauzi
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Dan setelah ngebaca tulisan diatas, seketika teringat sekitar 4th yg lalu sepertinya. Ada wisuda para penghafal Al Qur'an besar2an disebuah stadion. Dan anehnya, menghadirkan "legenda" dari kaum penyembah berhala untuk meramaikan acara tersebut.

Memang, tokoh yang memiliki sebuah tempat pendidikan para penghafal Al Qur'an itu begitu terpandang. Bahkan dikatakan sebagai seorang yang fahim dalam ilmu agama, khususnya sedekah, bisnis & mencetak para penghafal Qur'an. Ma syaa Allah.

Tapi sayangnya, aqidahnya tak sesuai dg kelebihan yang telah disandangnya selama ini.

Inilah yang terkadang membuat syubhat (ragu2, abu2) terhadap mereka yang masih awam. Hanya memandang secara dzohir (apa yang tampak secara kasat mata), tapi lalai untuk belajar mengetahui lebih mendalam.

Memohon terus kepada Allah untuk ditunjukkan yang haq itu haq & meminta pada Allah agar kita bisa mengikutinya. Dan memohon untuk ditunjukkan yang bathil itu bathil & meminta pada Allah agar kita dapat menjauhinya.

Catatan kecil untuk mengingatkan ku.

Wallahua'lam

Sunday, 30 April 2017

April 30, 2017



Bismillahirrahmanirrahiim

Dan ternyata semangat ini kembali muncul, setelah 2tahun lebih yang lalu, tenggelam dalam bergulat dg dunia baru.

Kini, berteman kembali dengan tulisan dan buku.

Ya, buku.
Melihat buku, seperti melihat makanan yang senantiasa ingin dihabiskan setiap harinya.

Dulu, begitu senang ke tempat bergengsi seperti gramed.
Tapi setelah menemukan begitu banyak syubhat. Sangat sangat dihindari & ga mau menjejakkan lagi. Karena seakan-akan percuma saja.

Dan kini, ternyata byk berseliweran penjual buku-buku mengenai agama yang shahih disekitar.

Ahh, rasanya tak sabar. Kembali menulis & melahap kembali huruf demi huruf. *Note. Kitab Talbiis Iblis recomended bangeet

Monday, 17 April 2017

April 17, 2017



Pernah terkadang terpikir

Sebuah kerinduan, apakah layak diungkapkan ataukah dibiarkan mengalir begitu saja
Disaat ada usaha, tapi الله belum berkehendak

Lalu diripun terpikir,
Hanya sesaat,
Tapi kenapa meminta?
Sedangkan yang diminta itu belum tentu baik untuk diri sendiri

Karena itulah ada الله
Ia yang menentukan segalanya
Iya atau tidak
Sekarang atau nanti
Semua bisa saja terjadi

Rebahkan raga & jiwa ini
Pada tempat pengaduan yang terbaik
Terlepas dari hawa nafsu
Yang senantiasa mengajak
Menyuruh
Bahkan menerkam sanubari
Untuk terus meraung
Meminta yang tak ada
Dan memungkiri apa yang ada

Ya, sedang mencoba melawan nafsu diri
Meredakan keinginan yang ada
Karena itu titik terlemah

Mudah saja bagi syaitan terus memaksa
Terus membisikkan
Tapi apakah mudah menampikkannya?

Berjuanglah wahai jiwa dan raga
Karena akupun sedang berusaha untuk itu
Melawan keinginan & bersandar padaNya

Monday, 20 March 2017

March 20, 2017



Bismillahirrahmanirrahim

Pernah dulu terpikir ingin masuk Ma'had (pondok pesantren). Tapi mungkin Allah belum berkehendak.

Jika berteman dg mereka yg pernah & sedang belajar di Ma'had, rasanya ma shaa Allah.

Hingga pada akhirnya, kini, walaupun tidak berada lama. Tapi bisa menjejakkan dan merasakan suasana itu dalam waktu tertentu. Di Rumah Qur'an yang isinya para penghafal Al-Quran.

Bagaimana rasanya? Tak bisa dipungkiri begitu nikmat. Seakan-akan satu persatu doa sedang diijabah oleh Allah. Walaupun butuh waktu & proses, serta kesabaran. Ada saatnya semua itu terkabulkan.. Dan kini terus-menerus belajar dan belajar. Jangan sampai waktu terbuang sia-sia. Semua butuh pengorbanan & perjuangan. Juga keistiqomahan yang tidak biasa..

Saturday, 18 March 2017

March 18, 2017



Bismillahirrahmanirrahiim

Malam itu sekedar diskusi. Memang niat mau buka usaha nyata. Selama ini Alhamdulillaah ada beberapa usaha, tapi masih belum stabil. Dan pada kenyataannya semua usaha pada bidang maya. Alhamdulillaah itu kemampuan yang di punya.

Sampai pada akhirnya malam itu, sharing dengan seorang pedagang mie ayam. Yang kami pikir memang belum lama ini berada disitu. Seorang bapak yang tinggal pun masih disekitaran tempat jualan.

Info yang diceritakan oleh zawjy ke ana, bahwa Bapak ini sebelum berjualan mie ayam, sudah 25 tahun berjualan bubur. Dari tahun 91 (ana belum lahir itu), hingga 2015. Ma shaa Allah.. Sampai pada akhirnya sempat menjadi tukang parkir di sebuah mini market. Dan semenjak beberapa bulan yg lalu, berjualan mie ayam hingga sekarang.

Ketika zawjy bertanya mengenai anak & istri, sang bapak menjawab, bahwa ia hanya tinggal dengan istri saja. Tapi Allah belum berkehendak memberikan amanah berupa anak.

Terkadang, ana aja yg baru beberapa tahun disinggung masalah anak, bisa sensitive. Tapi bapak ini sudah berpuluh tahun, diuji Allah dengan kesabaran yang luar biasa. Ana ngerasa langsung lemes, karena jauh, jauh ga ada apa-apanya.

Kisah, cerita setiap orang itu pasti kita bisa mengambil pelajaran hidup. Ga mungkin ada, ketika kita mengetahui, fulanah ini fulanah itu memiliki alur kehidupan yang sama. Pasti berbeda. Apalagi kadar ujian keimanannya. Dari situlah Allah menjadikan akal kita itu berjalan untuk berfikir. Mana hal yang baik untuk diambil dan bisa untuk dicontoh. Dan mana hal buruk, yang harus kita buang jauh-jauh.

Oiya, mengenai pendapatan bapak tadi. Jika dihitung dalam hitungan bulanan, bisa ngalahin gaji orang kantoran yg standard loh.. ma shaa Allah nikmatnya berdagang itu. Dan bapak itu beneran jualan sendiri & bukan menjualkan barang orang lain.

Pasti ada kenikmatan tersendiri saat bisa berdagang. Bertemu berbagai macam karakter orang. Sambil berdakwah... Semoga suatu saat Allah berkehendak memberikan rejeki dari jalan berdagang seperti Rasulullah & para sahabat.. Alhamdulillaahilladzi bini'matihi tatimmush shaalihaat

Thursday, 16 March 2017

March 16, 2017






Bismillaah

Belajar untuk tidak mencintaimu, tidak pula membencimu.

Karena suatu saat, bisa jadi Allah berkehendak, engkau pun milik yang lain pula.

Karena suatu saat, bisa jadi engkau yang akan mendahuluiku menemui Robbul'alamin.

Hampir lupa pelajaran berharga ini. Karena belum pernah merasakannya. Dan harus bersiap-siap ketika semua akan terjadi.

Bukan hanya kamu, tapi aku dia, kalian dan mereka.

Belajar dari kisah yang lain. Ada cerita dan ada hikmah. Setidaknya, mencoba mengambil kisah terburuk daripada harus meniti kisah terbaik.

Jika berteman dengan yang buruk, maka akan lebih nyaman menikmati yang baik, ketika ia datang perlahan.

Wahai dunia, jika saja setiap saat aku bisa terus mengatakan putus denganmu, akan terus aku katakan !
Karena ketertarikan ku pada akhirat jauh diatas dirimu !

Walaupun kekuatanku memperbaharui niat, baru seperti debu yang berterbangan.
Merasa kuat ketika tak ada angin yang datang.

Seketika angin itu berhembus,
Seakan-akan menyerah pada keadaan..