Monday, 26 September 2016

Kapan akan berubah?

kesulitan berkata itu tak pernah hilang
lantunan kata dalam tiap bait
tak pernah bisa keluar dari lisan yang pedih

mencoba keluar dari kabut
tapi ia selalu menutupi

ada apa dengan diri
mencoba untuk berubah namun tak bisa

berkali-kali mencoba untuk mengungkapkan
tapi tetap tak bisa

Yaa Robb
mengapa kelu bibir ini
untuk mengungkap segala sesuatu yang dirasa pedih dan sakit
tapi mengapa mudah bibir ini
untuk berbagi cerita dan keceriaan yang tak pernah pudar

bukan aku tak pernah mencoba untuk berubah
tapi entah mengapa
seakan-akan ada yang mencoba memaksa mengunci bibir dan lidah ini
hingga hanya rasa dihati yang membuncah
dan aku tak tau harus kemana
selain kepada-Mu

Saturday, 27 February 2016

Feb 27, 2016

Selama perjalanan hijrah dari taun 2012-2013, semacam nganalisis media2 dakwah yg ada di indon.. Hehehee. Ini berdasarkan pengalaman yg pernah ditemukan dan dijalani.
Antar harokah sepertinya punya manhaj masing2. ๐Ÿ˜‚ padahal manhaj yg shohih (bener) cuma satu, yaitu manhaj ahlus sunnah wal jamaah (dibahas nanti ya in syaa Alloh). Tiap harokah didalamnya juga pasti terdapat berbagai perbedaan antara yang satu dan yang lainnya. Walaupun intinya sama, pengen tegak syariat Islam. Tapi caranya tetep aja pada beda. Saksikan yuk tulisan iniih..
Semisal PKS, dakwah mereka dg berjuang dalam pengkaderan dari anak-anak tarbiyah. smp, sma, kuliah, dsb. Dan pemahaman dari atas kebawah-bawahnya pasti sama. Dan mereka berjuang negakkin syariat dalam sistem demokrasi. Khususnya terlibat dalam partai. Contoh bisa dilihat dari ikhwanul muslimin di mesir. Bagaimana skr keadaan mursi? Sudah dikudeta al sisi dari kalangan sekuler. (fyi : gerakan ikhwanul muslimin di mesir adalah cerminnya pks).
Cuma kadang masih bingung sih sama temen2 yg ada di liqo tarbiyah ala pks ini. Soalny mereka masih muter-muter disekitar itu aja. Maksudnya, ilmunya. Misal buat belajar mengenai apa itu tauhid, syirik, bid'ah, ittiba', akhir zaman dan hal-hal yang shohih lainnya. Mereka lebih memilih ambil aman supaya ukhuwah (persaudaraan) tetap terjaga. Makanya terkadang lebih akrab/masuk sama yang awam.
--------
Just for your info. Dulu pernah sama temen, kita lagi masa hijrah juga nih. Ikut kajian. Tapi isinya anak hijaber semua. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ itu yg model kerudungnya peniti dan pentul tak terhitung, trus warna-warni ky pelangi.
Nah pas udah kumpul semua mulai lah kajian. Klw ga slh wakt it temanya ttg fqih wanita.
Pas ad suatu surah yg dibahas. Klw ga khilaf ttg surah yg nyebutin klw perintah hijab it diperintahkan Alloh lewat Rosululloh utk para istri Rosul & istri org2 mukmin (surah al ahzab ayat 59). Nah, ada kesempatan nanya buat ana yg fakir ilmu. Ana nanya, "berarti ayat hijab ini untuk kita semua atau cuma istri Rosul?" Nah jawab mba nya "itu untuk semua kewajiban berhijab/menutup auratnya". Trus ana lanjut nanya lagi. "Kalau mereka yg bercadar itu gimana?" mba nya jawab "itu hanya untuk istri Rosul saja sebenarnya." sampai disitu ana & peserta yg lain diam. Sebenarnya ana masih ga percaya & kurang puas. Tapi ana simpen dulu.
Abis dr kajian itu. Ada kesempatan ngobrol sm mbanya. Ana nanya, mba darimana? ikut kajian dimana biasanya? Yg pd intinya, si mba jawab. Kalau dia itu dari pks dan waktu itu lagi dicalonin buat jadi caleg (klw ga khilaf) di skw. Ana seneng donk wkt it. aplg anak politik. ๐Ÿ˜„
tapi akhirnya, cukup sekali ikut itu kajian. krn ngrasa ga cocok. ๐Ÿ˜‚ soalnya pas search di internet nemu jawaban yg beda.
---------
abis itu, dapet recommend ikut kajian di tempat lain lagi. ternyata yg kerudungnya gede2 dan ada yang cadaran. ๐Ÿ˜ nah ini semacam kajian salafi. cm wkt it ana baru pake gamis biasa yg bhnny tipis & kerudung segiempat double (biar ga tipis) ๐Ÿ˜‚. sayangnya, pas ikut kajian, bahasnya ttg tafsir qur'an.. beraaat... ana yg masih awalan hijrah mentok banget. ini apaan coba.. ๐Ÿ˜‚ ga ngerti.. tp sambil merhatiin yg pd cadaran. adem aja gt ya.. walaupun emg keliatanny mereka kurang ramah. sempet kecewa, tp ga ngehalangin niat nyari ilmu agama yg bner. ๐Ÿ˜Š
pd akhirnya ditawarin buat ikut tahsin buat benerin bacaan qur'annya. soalny trakhir bljr qur'an pas sd ๐Ÿ˜‚ it jga baru nyampe juz2, blm perna khatam. kalah sm anak2 skr. bhkn mreka udah apal qur'an. ๐Ÿ™ˆ
abis itu, sempet ikut beberapa kali kajian yang masih disalafi. krn ngrasa cocok dan ilmuny bermanfaat banget. sampe pada akhirnya ngrasa bosen krn msh susah buat cernanya. maklum, loading buat nangkep ilmu suka lama banget.
-----------
coba nanya sama temen lain, dy ikut kajian dmn. dy bilang, halaqoh di hizbut tahrir.
penasaran kan ya, akhirnya searching deh ttg hizbut tahrir. dan woow. analisisnya dahsyat.. suka dan cocok. lagi2 karena ana anak politik ๐Ÿ˜„(agak kritis & cerewet ya).
beberapa bulan bertahan buat ikut halaqoh & mabit. sampe suatu ketika pas mabit bahas tentang jabat tangan dengan non mahrom, ada yang janggal.
musyrifahnya ada yang bilang, kalau jabat tangan itu gpp asal ga dengan nafsu. pake dalil ada shahabiyah yang ketika berbaiat dg Rosululloh berjabat tangan.
deg! seketika kita semua yg lagi mabit berpandangan. aneh. ๐Ÿ˜ฏ dari situ ngrasa ga nyaman lagi. dan ada beberapa hal lainnya juga yg dipertimbangkan. pernah juga ikut konfernsi international muslimah yg di jkt. dll.
akhirnya coba ga ikut halaqoh lg. ngilang tiba2 & dicariin trs sm musyrifahnya.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
dari situ tawaqquf. sampelah akhirnya bener2 nemuin yang shohih hingga kini.. menjadi ghurobaa.. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
Berdiri sendiri sajalah.. Yang penting ambil ilmu yang shohih, sesuai al qur'an dan sunnah. Dan teliti dalam memilah dan memilih info serta berita.
Diluar daripada itu semuaa, berlepas diri.. ๐Ÿ˜€
--------
oiya, ada lagi. ๐Ÿ˜„ saking dulu hausnya ilmu agama ya. pernah juga sampe ngekaji ilmu konspirasi.. sampe pas kjkt, cb ikut kajiannya pizzaro yg ngehandle web islampos. trus sharing sama herry nurdi. kalau ga slh beliau juga slh satu pendiri insist, sm ky adian husaini (wallahu'alam) ๐Ÿ˜„ pokokny bener-bener nyari, ilmu dien yang bener itu seperti apa dan apa aja yang terkait dengan hal ini dan itu.
----------
pernah juga lucu. pas sholat di masjid muhtadin. ngeliat ummahat (seorang istri) pake niqab. item2 semua. sampe pake sarung tangan juga. ana coba deketin dan say hello. ta'aruf sampe tukeran nmer hp. ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜‚ sksd bgt. smsan, trs dy ngajakin ikut kajian akhwat ummahat. masturoh. eh, ana bingung, ga perna denger kajian begini. setelah cari tau, ternyata ini kajiannya jamaah tabligh atau biasa dikenal jamaah dakwah krn dakwahnya door to door. trus mereka (ikhwannya) juga suka khuruj (jalan2) keluar negeri atau kemana gt. dan jamaah ini non politik. ga ky pks atau ht.
----------
ada lg nu. kalau bicara mengenai temen2 yg pro nadhlatul ulama, banser2 nu, kontroversial nanti.. ๐Ÿ˜‚ karena memang kebanyakan masy indon ngarah kesini. cuma kalau bicara yg al haq (bener), masih suka banyak kesyirikkannya. ๐Ÿ˜‚ misal ziarah ke kuburan, doa dsna, minta sesuatu dsna, tahilan, yasinan, dsb. nanti disebut ahlul bid'ah protes. padahal Rosul sendiri yg bilang. sesuatu perkara yang diada-adakan adalah bid'ah. setiap bid'ah amalannya tertolak dan letaknya di neraka. ๐Ÿ™ˆ
----------
and then ada juga loh didalam jamaah salafi sendiri itu terpecah. ๐Ÿ˜‚ ada yg pro ust2 rodja, ada juga yg kontra. dll ana juga kurang tau knp bisa terpecah begitu. ntah krn ada sifat ashobiyah atau taqlid, atau masalah perbedaan dlm kaidah fqih dan penafsirannya, wallahu'alam.
yang pasti intinya, seharusnya kita kembali lagi pada qur'an dan sunnah dalam konteks yg benar. dalam artian,ga mengkaburkan pengertian sebenarnya (syubhat). cuma, adanya "syaitan dan musuh Islam" ga akan pernah bisa buat semua itu berubah menjadi bener. kecuali, dari diri pribadi masing2 orang.
---------
itu baru sedikit bagian yg berbeda ddlm tubuh Islam.
belum lagi kalau bahas yg menyimpang2 dari ajaran islam seperti dari kalangan tareqat (naqsabandiyah misalnya), sufi, liberal, syiah, ldii, ahmadiyah, dll.. buanyaaakk..
mungkin mmg inilah hal yg bkin kita, mau hijrah, mau berubah, tapi bingung mau belajar sama siapa. mana pelajaran Islam yg bener. ๐Ÿ˜‚ ada katanya ustadz artis, ustadz dukun, ustadz gay polesan (na'udzubillah), ulama suu (buruk/penyeru ke neraka jahim).
karena memang, jika kita bisa sampe pada titik kepemimpinan terakhir umat Islam, yaitu khilafah ala minhajin nubuwwah 2, in syaa Alloh kita bakalan nemuin Islam yang sesungguhnya seperti apa. tapi sebelum itu kita mesti berjuang dulu buat sampe ke zaman kepemimpinan yang terakhir tadi. karena fitnah pada kita, ummat akhir zaman sungguh dahsyat. Alloh sendiri yang akan menyaring siapa yang masuk dalam golongan kanan (surah al waqi'ah ayat 27-40) dan golongan kiri (surah al waqi'ah ayat 41-57)
kalau ana pribadi, pas hijrah mintanya sama Alloh selalu ditunjukkin jalan yang al haq, istiqomah buat terus mencari kebenaran, bukan pembelaan.
wallahu'alam
kesalahan adanya dari diri ana pribadi, dan kebenaran hanya dari Alloh Ta'ala.
al faqir
27 februari 2016
"islam datang dalam keadaan asing, dan kembali lagi dengan asing. maka beruntunglah orang-orang yang terasing itu."

Thursday, 4 October 2012

Bongkar "Konspirasi"

By. Putri Filzaty
Bismillahhirrahmannirrahim...

Sebenarnya, buku-buku konspirasi itu sangat bagus, saking bagusnya bisa membuat kita menjadi GILA!
Kenapa?

Info yang dijabarkan dalam sebuah buku, bukan hanya berasal dari daerah dimana kita tinggal, dimana kita pernah singgahi, tapi berasal dari berbagai daerah yang belum pernah disinggahi dan belum pernah tersentuh dalam benak sebelumnya.

Mungkin itu memang tidak menjadi sebuah masalah. Bahkan terkadang hanya terpikir “oh, jauh tempatnya, santai saja..”

Tapi yang menjadi masalah, info itu, bukan hanya sekedar karangan fiktif, tapi “nyata”! sekali lagi saya ditekankan “nyata” ! bagaimana otak bisa berhenti memikirkannya? Buku-buku konspirasi itu, walaupun berbeda pengarang atau penulis, semuanya menuju pada satu arah “membongkar kebohongan dalam sebuah fakta” ! semuanya saling berkaitan.. bahkan kalau diringkas itu merupakan suatu pokok penting yang harusnya “dijadikan ladang amal”.

Kenapa saya bilang amal? Karena itu merupakan suatu kebohongan, yang dibongkar berdasarkan fakta. Dan berarti, kita berada disisi yang benar, bukan yang salah, kalau kita berani untuk menyampaikan hal tersebut!

Membenarkan suatu kesalahan, adalah dosa! Kita pasti tahu itu. Tapi kalau membenarkan yang benar? Itulah pahala!

Memang, kenyataannya dilapangan, menceritakan cerita yang “awam” di telinga masyarakat, kebanyakan memang sulit. Tapi kalau itu berupa cerita? Percayalah! Mereka akan selalu mengingatnya, dibandingkan teori yang hanya ada dalam rangkaian tulisan.

Cerita, bukan hanya berbentuk lisan, namun juga tulisan. Ya seperti kata “tersirat dan tersurat”. Menyampaikan cerita seperti yang tersirat (lisan) pun tidak semua orang bisa, namun terkadang dapat tersampaikan secara tidak sengaja yang biasanya disebut “curhat”. Apalagi tersurat, yang biasanya karakter tulisan orang itu bermacam-macam. Ada yang memang menggebu saking bersemangatnya, ada yang tenang, tapi maknanya sangat dalam, ada juga yang memotivasi, dan masih banyak lagi karakter tulisan lainnya.

Nah, bercerita mengenai konspirasi, yang dimana sangat jarang orang paham atau mengenalnya, kita butuh membaca dan bercerita.

Kenapa?

Pertama, kita tahu arti “konspirasi” itu dari pertanyaan yang ada di dalam benak, melalui kejadian disekitar. Kemudian mencari tahu “mengapa, kenapa, bagaimana” persis 5W + 1H. Kebanyakan fakta yang akan didapat itu dari penelitian, kemudian dituangkan dalam berbagai buku atau tulisan tepatnya. Bahkan bisa dalam media yang lainnya. Bacalah buku-buku mengenai hal tersebut sebanyak mungkin. INGAT! Media massa, baik itu cetak, elektronik dan lain sebagainya justru malah “tak pernah luput dari konspirasi”. Jadi, sebaiknya sharing dengan yang paham, karena itu akan membantu untuk menuangkan ide-ide atau pemikiran kritis dari pemahaman masing-masing.

Kedua, setelah pemahaman semakin mendalam, walaupun diri sendiri lebih tahu, bahwa masih banyak ilmu yang belum tergali,berusahalah untuk menceritakan. Ceritakanlah ke orang-orang terdekat disekitar, bahwa konspirasi itu berada tak pernah jauh disekitar kita. Banyak sekali contoh dalam kehidupan sehari-hari. Ingat, ceritakan dalam bentuk “curhat” bukan teori, karena orang akan merasa cenderung bosan dan tak tertarik.

Ketiga, ketika pemikiran mereka semakin terbuka mengenai kebenaran yang ada, pinjamkan buku-buku mengenai konspirasi. Percayalah, mereka pun akan terus dan terus berpikir. Sampai akhirnya, terjadilah cerita beruntun..

Robbanaa arinal haqqo haqqon warzuqnatibaa’ah, Wa arinal baathila baathilan warzuqnattinabah
(Ya Allah, tunjukkanlah yang haq (benar) itu haq dan yang bathil(bohong) itu bathil)

Tuesday, 2 October 2012

Pesantren -- membuatku minder :|

by. Putri Filzaty

bismillahhirrahmannirrahim ...
Rasanya kalau sudah mendengar nama atau cerita berbau pesantren, aku bisa menjadi minder sendiri. Alasannya?

Aku dilahirkan dari sebuah keluarga muslim yang aku sendiri tak ingin menyebutkan bibit bebet dan bobotnya, menurutku sekarang itu bukanlah hal yang penting. Karena bagiku, masa lalu bukanlah bagian dari masa sekarang.

Jalur pendidikanku sama seperti yang lain, melewati jalur biasa. SD, SMP, SMA umum.. tak pernah terpikir dulu untuk masuk ke MIN, MTS ataupun MAN. Apalagi pesantren. Namun, apabila aku diberikan kesempatan untuk melahirkan dari rahimku sendiri, aku ingin sekali memboyongnya untuk masuk di pesantren.

Aku memang seorang muslim dari aku kecil. Tapi untuk pemahaman agama, aku sangat jauh sekali. Yang terakhir aku ingat ketika mengaji itu waktu SD, itupun sampai juz 2. Sampailah aku kuliah di semester 7, baru aku melanjutkan belajar mengaji lagi. Kalau ada yang bilang itu waktu yang sia-sia, memang iya. Kalau ada yang menyesalkan waktu selama itu, memang iya. Tapi aku tak bisa memungkirinya.

Dari SD sampai kuliah disemester 5, aku sempat terjebak dalam dunia karir. Bekerjakah aku? Tidak. Lalu? Hanya hoby sampingan yang bisa membawa aku mencapai puncak karir, itu menurutku. Rasanya langkah untuk menuju artis itu sudah didepan mata, jika aku berani untuk melanjutkannya. Berani untuk bermaksiat lebih banyak lagi. Namun, Allah punya rencana yang lebih indah. Cukup maksiat yang diperbuat, waktunya aku bertobat nasuha.

Pengalaman apa yang aku dapat selama belasan tahun mengenal dan mencintai dunia? Banyak. Banyak sekali. Dari gaya hidup hedonis, sampai lupa akan kewajiban seorang muslim, alih-alih menyepelekan. Apalagi bagian hidup anak muda.

Penyesalan kah? Iya, sangat menyesal!

Memang pernah dulu sempat terpikir dibenak.
“kapan aku bisa memperdalam agama?”
“karirku alhamdulillah selalu menanjak, materi berlimpah, tapi batinku kosong.”
“dosakah yang aku perbuat ini?”
Mungkin sekiranya hanya itu yang bisa mewakili dari sekian banyak lika-liku kehidupan.

Rasanya wajar, jika aku minder dengan pendidikan ala pesantren. Itu semua berpengaruh pada masa depanku. Masa depanku di dunia dan akhirat.

Masihkah aku mencintai dunia sekarang ini? Tidak, bahkan aku sangat membencinya! Banyak harapan palsu, angan-angan palsu, dan impian palsu.

Lalu apa yang aku lakukan sekarang? Aku memilih untuk sedikit demi sedikit berusaha menjauhi semua itu, dengan proses. Proses yang membuat aku terkadang bisa berada diatas, ketika aku merasa sangat bahagia, dengan kenikmatan yang diberikan-Nya. Tapi akupun bisa berada dibawah, ketika cobaan yang beruntun mencoba datang dan menemui lalu berkata, “bersabarlah dan teruslah memohon pada-Nya dengan sholat dan sedekah.”

Lalu, kenapa pesantren? Karena aku memiliki pandangan, dari situlah muncul generasi hebat. Orang tua, yang benar-benar meng-ikhlaskan putra-putrinya menuntut ilmu setinggi mungkin, untuk kehidupan dunia dan akhirat nanti. Walaupun dengan waktu pertemuan yang minim. Namun tak ayal, sedikit dari mereka yang tidak tahan akan kehidupan indah dipesantren, entah mengapa, itu hanya mereka yang tahu jawabannya.

Namun, kucoba fokuskan. Walaupun aku masih jauh dari pembelajaran semua itu, aku berani untuk mengejar. Jikapun besok telah tiada, aku harus yakin jannah itu milik Allah, dan Allah yang berhak menentukan kemana hambanya masuk. Janji Allah itu pasti, janji manusia itu .....

Buku itu ...


bismillahirrahmannirahim...

Awalnya datang ke toko buku itu niatnya mau untuk meminjam kembali suatu buku yang sudah pernah aku pinjam, karena akan aku fotokopi. Aku sangat tertarik dengan buku tersebut, apalagi dengan isinya. “Gerakan Theosofi di Indonesia” kurang lebih buku itu bercerita mengenai bagaimana sepak terjang aliran kebatinan Yahudi di Indonesia, semenjak masa penjajahan yang dilakukan oleh Belanda hingga mempengaruhi berbagai pemikiran para tokoh di Indonesia.

Toko buku itu tertutup setengah dari pintu besinya, aku pikir akan segera tutup.

“assalamu’alaikum.”
“wa’alaikumussalam wr.wb.”
“permisi bang qodja, putri mau minjem lagi buku yang udah putri balikin kemaren, yang tentang theosofi itu. Soalny mau putri fotokopi, ada tulisan yang berkaitan dengan skripsi putri. Hehe.”
“oh iya, sebentar.”
“ini put, baca juga yang ini, bukunya bagus, kisah nyata!”
“oh gt  ya.”
“tapi balikinnya hari selasa ya.”
“oh iya bg, makasih ya.”
“rumah putri dimana?”
“di komplek untan bg.”
“oh deket ya. Emang habis darimana?”
“dari masjid Al-Ilham di STKIP itu.”
“ada kajian ya malam ini?”
“ada seharusnya, tapi tadi ga ada.”
“oooh..”
“mari bg, assalamu’alaikum.”
“wa’alaikumussalam wr.wb.”

Sesampai dirumah, aku yang tadinya ingin langsung beristirahat, namun berubah pikiran. Karena perut yang lapar dan rasa haus yang sangat, maka aku memilih untuk mencari makan. Ketika saat itu juga, adikku yang kembar makan nasi goreng tidak habis.

“pa, kenyang.”
“ha! Buat mba putri jak dek!”
“niaa, ambeklah.”

Setelah aku jadikan satu nasinya, mama ternyata mau. Kemudian aku bagi dua di piring yang berbeda, lalu aku pun masuk ke dalam kamar. Langsung aku rebahkan tubuhku ke kasur yang aku tunggu sedari tadi. Langsung aku ambil buku tersebut. “The Khilafa”

Baru membaca bagian belakang sampul, aku langsung tertarik untuk membacanya. Baru awal membaca saja, aku sudah dikejutkan oleh cerita yang membuat dadaku sesak dan air yang menggenang di kedua mataku. Serta pertanyaan dalam benakku “mengapa? Kenapa? Bagaimana? Siapa?” bukan hanya itu. Banyak lagi.....

Isi buku itu membuatku tersentak jauh! Bahkan aku sampai takut untuk tertidur. Aku baru menyadari, aku lemah, aku bukan siapa-siapa, tak pantas aku sombong, aku masih jauh dari sebuah kebaikkan, apalagi kemuliaan.

Buku itu menceritakan tentang bagaimana kita seharusnya kita mensyukuri apa yang kita miliki sekarang. Mengajarkan kita untuk lebih sadar akan makna hidup ini, tujuan hidup ini. Realita yang ada dibuku itu mencampakkan keinginan-keinginan kita saat ini. Yang ada hanya perjuangan!

Buku itu membuat aku termenung, ketika aku terbangun dipagi hari. Menangis sesenggukkan ketika membacanya. Kisah cintakah? Memang ada disana, tapi bukan novel fiktif. Ini antara hidup dalam dunia fana dan dunia yang sesungguhnya.

Aku ingin menceritakan, namun aku sendiripun tak sanggup untuk mengatakan semua itu. Wajar, jika mereka yang ada didalam buku itu hanya bisa berjuang di tanah mereka sendiri dan mereka lebih memilih diam dalam gambar, tulisan dan lukisan, serta kiasan. Mereka sakit, bukan hanya fisik, namun juga batin mereka.

Buku itu, membuka paragdima berpikir aku tentang hidup mulai saat ini. Hidup sebagai seorang MUSLIM!

Thursday, 19 July 2012

Sekilas Freemasonry (Templar-Qaballa-Pagan)


By. Putri Filzaty
Assalamualaikum.

Berawal dari Perang Salib yang dilakukan oleh mereka yang mengatasnamakan iman Kristiani. Perang Salib tersebut terjadi karena persaingan dalam pencalonan antar Paus, lebih tepatnya penggagas tersebut adalah Paus Urban II. Pembantaian dalam Perang Salib ini sangat kejam dan biadab (Pejuang-pejuang salib bahkan membelah perut korban-korban mereka untuk menemukan emas dan batu-batu berharga yang mungkin telah mereka telan sebelum mati). Yang menjadi korban adalah umat Muslim dan Yahudi. Bahkan dalam dua hari, mereka dapat membunuh 40.000 umat muslim.

Dalam Perang Salib ini kenal satu Ordo yang bernama Ksatria Templar atau para Templar.  Para Templar, atau lengkapnya, Tentara Miskin Pengikut Yesus Kristus dan Kuil Sulaiman, dibentuk pada tahun 1118, dua puluh tahun setelah tentara salib merebut Yerusalem. Pendiri ordo ini adalah dua ksatria Prancis, Hugh de Payens dan Godfrey de St. Omer. Berawal dari sembilan anggota, ordo ini terus berkembang. Nama kuil Sulaiman dipakai karena mereka membangun basis di gunung kuil, yakni lokasi reruntuhan kuil tersebut. Di sini pula berdiri Dome of the Rock (Qubah As-Sakhrah) .

Para Templar inilah yang paling bertanggung jawab atas serangan-serangan pejuang salib dan pembantaian bangsa Muslim. Karena itulah, komandan besar Islam Saladin (Shalahuddin Al Ayyubi), yang mengalahkan pasukan salib pada tahun 1187 pada Pertempuran Hattin, dan kemudian membebaskan Yerusalem, menghukum mati para Templar karena pembunuhan yang mereka lakukan, walaupun sebenarnya ia mengampuni banyak sekali orang Kristen.

Tidak diragukan lagi bahwa kekuatan politik mereka menyusahkan raja-raja Eropa dan mereka juga mengganggu kalangan kependetaan: ordo tersebut sedikit demi sedikit telah menyeleweng dari iman Kristen, dan sewaktu di Yerusalem telah mengambil sejumlah doktrin mistik yang asing. Berkembang juga desas-desus bahwa mereka menyelenggarakan ritus-ritus aneh untuk memberi bentuk pada doktrin mereka.

Akhirnya, pada tahun 1307, Raja Prancis Philip le Bel memutuskan untuk menangkap anggota-anggota ordo ini. Banyak anggota Templar mengakui keyakinan 'bidah' mereka, bahwa mereka menolak iman Kristiani dan menghina Yesus dalam misa mereka. Akhirnya, para pemimpin Templar, yang dinamai “Imam Besar (Grand Master)”, mulai dari yang terpenting dari mereka, Jacques de Molay, dihukum mati pada tahun 1314 atas perintah Gereja dan Raja. Kebanyakan mereka dijebloskan ke dalam penjara, dan ordo tersebut tumpas dan secara resmi menghilang.

Tetapi, walaupun sudah dibubarkan “secara resmi”, ia tidak benar-benar musnah. Selama penangkapan tiba-tiba pada tahun 1307, beberapa Templar lolos, dan berhasil menutupi jejak mereka. Menurut tesis yang berdasarkan pada berbagai dokumen sejarah, sejumlah besar mereka berlindung di kerajaan Eropa yang tidak mengakui kekuasaan Gereja Katolik di abad keempat belas, yaitu Skotlandia. mereka menyusun kekuatan kembali di bawah perlindungan Raja Skotlandia, Robert the Bruce.

Mereka menemukan penyamaran untuk melanjutkan gerakan rahasia mereka: mereka menyusup ke dalam gilda (serikat sekerja) terpenting di Kepulauan Inggris abad pertengahan — loge (pemondokan) para tukang batu, dan segera, mereka menguasai loge-loge ini sepenuhnya.

Tesis yang mengusut akar Masonry ke Ordo Templar seringkali dirujuk di dalam majalah-majalah yang diterbitkan oleh para Mason untuk kalangannya sendiri. Para Mason sangat menerima pendapat ini. Salah satu majalah ini bernama Mimar Sinan (terbitan Freemason Turki), yang menggambarkan hubungan antara Ordo Templar dengan Freemasonry.

Mimar Sinan memberikan banyak informasi tentang hubungan antara Templar dan Freemasonry. Di dalam sebuah artikel berjudul “Templar dan Freemason” dinyatakan bahwa “ritual-ritual upacara pembaiatan Ordo Templar menyerupai Freemasonry masa kini.” Menurut artikel yang sama, sebagaimana di dalam Masonry, para anggota Ordo Templar saling memanggil “saudara”.

Sebuah buku yang ditulis oleh dua orang Mason, Christopher Knight dan Robert Lomas, yang berjudul the Hiram Key mengungkapkan beberapa fakta penting tentang akar Freemasonry. Sejarawan Prancis, Gaetan Delaforge membuat pernyataan yang sama.

Para penulis The Hiram Key berpendapat bahwa penggalian-penggalian para Templar ini bukannya tanpa hasil. Menurut pandangan umum dari banyak peneliti, “sesuatu” itu adalah Kabbalah (Qabbala). Arti kata Kaballah adalah “tradisi lisan”. Berbagai ensiklopedia dan kamus mendefinisikannya sebagai suatu cabang mistik agama Yahudi dan hanya dipahami sedikit orang. Kabbalah mempelajari arti tersembunyi dari Taurat dan naskah agama Yahudi.

Fakta yang ada, membawa kita kepada kesimpulan bahwa Kabbalah adalah suatu sistem yang berakar kepada penyembahan dan pemujaan berhala; bahwa ia ada sebelum Taurat, dan menjadi tersebar luas bersama agama Yahudi setelah Taurat diturunkan.

Ahli sejarah Yahudi, Theodore Reinach, mengatakan bahwa Kabbalah merupakan “suatu racun teramat halus yang menyusupi dan memenuhi nadi agama Yahudi.” Ahli sejarah Yahudi Fabre d'Olivet Kabbalah mengakar hingga ke Mesir Kuno. Kabbalah merupakan suatu tradisi yang dipelajari oleh sebagian pemimpin Bani Israil di Mesir Kuno, dan diteruskan sebagai tradisi dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi.

Mesir Kuno dengan para fir'aunnya adalah salah satu peradaban tertua di dunia; juga yang paling penindas. Monumen-monumen megah yang masih tersisa dari Mesir Kuno — berbagai piramid, sphinx, dan obelisk — dibangun oleh ratusan ribu budak, yang bekerja hingga hampir mati, di bawah lecutan cambuk dan ancaman kelaparan. Para Fir'aun, penguasa absolut di Mesir, ingin direpresentasikan sebagai dewa dan disembah oleh manusia. Salah satu sumber pengetahuan tentang Mesir Kuno adalah berbagai prasasti mereka.

Di dalam Al Quran (QS. Al A'raaf, 7: 104-112), di dalam kisah Musa, kita memperoleh informasi penting tentang sistem di Mesir. bahwa terdapat dua titik fokus kekuatan di Mesir: Fir’aun dan dewan pembesarnya. Dewan ini memiliki pengaruh penting terhadap Fir’aun. Fir’aun sering berkonsultasi dengan mereka dan senantiasa mengikuti anjuran mereka. Yang menasihati Fir’aun, yang menghasutnya melawan Musa, dan merekomendasikan kepadanya metode-metode tertentu. Jika kita amati catatan sejarah Mesir, kita melihat bahwa dua komponen utama dewan ini adalah tentara dan pendeta.

Para pendeta Mesir Kuno merupakan golongan yang disebutkan di dalam Al Quran sebagai ahli-ahli sihir. dari catatan sejarah Mesir sebagai “Para Pendeta Amon”, memusatkan perhatian mereka untuk mempraktikkan ilmu sihir dan memimpin sekte pagan mereka; selain itu, mereka juga mempelajari beragam ilmu pengetahuan seperti astronomi, matematika, dan geometri.

Golongan pendeta ini adalah sebuah ordo tertutup yang memiliki (begitu yang mereka anggap) pengetahuan khusus. Ordo semacam ini biasanya dikenal sebagai organisasi esoterik. Di dalam majalah bernama Mason Dergisi (Jurnal Masonik), terbitan yang tersebar di antara pengikut, secara khusus disebutkan tentang pendeta-pendeta Mesir Kuno.

Di dalam buku mereka, The Hiram Key, penulis Mason berkebangsaan Inggris, Christopher Knight dan Robert Lomas, berpendapat bahwa Mesir Kuno memiliki posisi penting dipandang dari segi asal usul Masonry. Menurut kedua penulis ini, gagasan terpenting yang telah mencapai Masonry modern dari Mesir Kuno adalah tentang alam semesta yang ada oleh dan dari dirinya sendiri, lalu berkembang melalui kebetulan.

Knight dan Lomas mengklaim bahwa terdapat keselarasan antara kepercayaan Mesir Kuno dengan sains modern, tetapi apa yang mereka maksudkan dengan sains modern, sebagaimana telah kami tekankan, adalah konsep-konsep materialis seperti teori evolusi dan teori chaos.

Sekarang, kita sampai ke poin penting dari tahapan buku ini. Mari kita ringkaskan apa yang telah kita temukan sejauh ini.
1. Kita memulai pembahasan dengan membicarakan Ordo Templar yang dianggap sebagai asal muasal Freemasonry. Kita telah melihat bahwa, walaupun didirikan sebagai sebuah ordo Kristen, Templar dipengaruhi oleh doktrin-doktrin rahasia yang mereka temukan di Yerusalem, lalu meninggalkan sepenuhnya agama Kristen dan menjadi organisasi antiagama yang memraktikkan ritus-ritus bidah.
2. Ketika kita mempertanyakan doktrin apa ini yang memengaruhi Templar, kita temukan bahwa ia pada dasarnya adalah Kabbalah.
3. Ketika kita mengkaji Kabbalah, kita menemukan bukti bahwa, betapapun banyaknya ia mungkin menyerupai mistisisme Yahudi, ia adalah sebuah doktrin pagan yang lebih tua dari agama Yahudi, yang kemudian menyusupinya, dan bahwa akarnya yang sebenarnya ditemukan di Mesir Kuno.
4. Mesir Kuno diperintah oleh sistem pagan Fir'aun, dan di sana kita temukan sebuah gagasan yang membentuk dasar dari filsafat ateistis modern: bahwa alam semesta ada dengan sendirinya, dan berkembang oleh kebetulan.

Wassalamualaikum.

Sumber :
1.      World Book Encyclopedia, "Crusades," Contributor: Donald E. Queller, Ph.D., Prof. of History, Univ. of Illinois, Urbana-Champaign, World Book Inc., 1998Description: mk:@MSITStore:D:\document\agamaku\HARUN%20YAHYA\Freemansonry,%20Hari%20Akhir,%20&%20DNA.chm::/images/uparrow.gif
2.      Geste Francorum, or the Deeds of the Franks and the Other Pilgrims to Jerusalem, trans. Rosalind Hill, London, 1962
3.      August C. Krey, The First Crusade: The Accounts of Eye-Witnesses and Participants, Princeton & London, 1921
4.      Michael Baigent, Richard Leigh, The Temple and the Lodge, London, Corgi Books, 1990
5.      Nesta H. Webster, Secret Societies And Subversive Movements, Boswell Publishing Co., Ltd., London, 1924, Chapter 3Description: mk:@MSITStore:D:\document\agamaku\HARUN%20YAHYA\Freemansonry,%20Hari%20Akhir,%20&%20DNA.chm::/images/uparrow.gif
6.      For this thesis about Freemasonry, see. John J. Robinson, Born in Blood: The Lost Secrets of Freemasonry, New York, M. Evans & Company, 1989Description: mk:@MSITStore:D:\document\agamaku\HARUN%20YAHYA\Freemansonry,%20Hari%20Akhir,%20&%20DNA.chm::/images/uparrow.gif
7.      Ender Arkun, "Masonlarin Dusunce Evrimine Katkisina Kisa Bir Bakis" (A Short Look at the Contribution of Freemasonry to the Evolution of Thought), Mimar Sinan, 1990, No. 77
8.      Teoman Biyikoglu, "Tampliyeler ve Hurmasonlar" (Templars and Freemasons), Mimar Sinan, 1997, No.106
9.      Christopher Knight and Robert Lomas, The Hiram Key, Arrow Books, 1997
10.  G. Delaforge, The Templar Tradition in the Age of Aquarius; Christopher Knight, Robert Lomas, The Hiram Key
11.  C. Wilson, The Excavation of Jerusalem, Christopher Knight, Robert Lomas, The Hiram Key
12.  Murat Ozgen Ayfer, Masonluk Nedir ve Nasildir? (What is Freemasonry and What is it Like?), Istanbul 1992
13.  Gougenot des Mousseaux in Le Juif, La Judaรฏsme et la Judaรฏsation des Peuples Chrรฉtiens, 2nd edition, 1886
14.  Nesta H. Webster, Secret Societies And Subversive Movements, Boswell Publishing Co., Ltd., London, 1924
15.  Theodore Reinach, Histoire des Israรฉlites and Salomon Reinach, Orpheus
16.  Fabre d'Olivet, La Langue Hรฉbraรฏque, 1815
17.  Mason Dergisi (The Journal of Freemasonry), No. 48-49
18.  Christopher Knight, Robert Lomas, The Hiram Key, Arrow Books, London, 1997

Sunday, 15 July 2012

Galau?? Yuuk, Mari Menulis :)


By. Putri Filzaty
Asssalamualaikum.

“orang yang cerdas akan bertindak dan berpikir cerdas pula”

Kali ini saya sangat-sangat setuju dengan kata-kata muqaddimah tersebut. Paling ingat ketika di ucapkan oleh seorang professor yang pernah mengajar saya. Perlu saya sebutkan? Ah tidak usah, saya malu. *lho?*

*hihiii* cukuplah saya, dan Tuhan yang tahu. *gaya pisan uy* karena, memang, setiap saya menyelesaikan masalah, apabila saya tidak dapat mengungkapkan atau mengemukakannya pada saat berargumen atau berbicara, saya coba keluarkan “uneg-uneg” saya dengan tulisan. Saya pikir itu dapat membuat hati saya lega dan “plong”. Tapi sangat berharap ada respon ataupun komentar dari tulisan yang dimaksud. Terkadang sempat terpikir, kalau memang saya tujukan tulisan ini pada mereka, orang-orang yang cerdas, kenapa mereka tidak membalas tulisan saya, kenapa mereka justru malah diam, atau  berbicara dibelakang saya, atau bahkan mengajak saya berduel?? *ngerii cuy :D * Tapi santai, jarang yang mengajak saya berduel *kayak berani aja -.- *.

Nah, kalau bilangnya zaman sekarang anak-anak muda atau yang tua nya makin “awur-awuran” *berantakan*, emang bener juga, tapi ingat, tidak semuanya. Karena apa? Karena justru ada beberapa dari sekian banyak itu yang insaf alias berubah kearah yang lebih baik *ahamdu….lillah, horeee!!*. yang telah berubah itu pastinya mengajak yang masih “awur-awuran ntu” kearah yang baik, positif betul tidak? *betul betul betul, upinipin style* tapi ya penuh perjuangan *singing : jatuh bangun aku mengejarmu, aseek*. Banyak modelnya juga, dari ngajak belajar, bergaul, dan sebagainya.

Sekarang nih, sekarang, saya mau mengajak “konco-konco” *teman-teman* untuk berbuat yang baik, yang bagus, yang indah, yang yank *lho?? :D * salah satunya, dengan menulis yang cerdas. Eitz, jangan beranggapan kalau “ah, ngapain juga nulis? Buat apa? Lagian juga dia belum tenar, belum tentu bagus. Pede amat!” *nusuk ati gw deh T_T*. jangan begitu ya *please donk ah, by bondanf2black*. Kita disini sama-sama belajar, untuk berani berbuat dan berani melakukan perubahan. Jangan Cuma beraninya “keroyokan *rame-rame? Capek deh!*, tong kosong nyaring bunyinya *ya kalau diisi air jadi manfaat, ya ga? :D *”. Walaupun sendiri, walaupun hanya berbekal jari-jari manis dan lembut *padahal bengkak gara-gara nulis terus :D*, tapi kita bisa lebih cerdas dari mereka yang hanya diam. Apa kelebihannya? Yuk dilihat..

Yang namanya “uneg-uneg” kalau tidak segera di keluarkan, mendam di dalam sanubari hati *eeaaaa*, tanpa ada teman yang bisa mendengarkan curahan hati, pasti akan menjadi bom waktu bagi diri sendiri nantinya. Bisa-bisa orang yang ada disekitar kena semprot terus! *udah kaya semprotan nyamuk :D* Minimal nih, ada notebook *buku catatan yee, bukan laptop, keberatan belinyee*, mau berpuisi, mau coret-coret, mau gambar, semuanya adalah pilihan anda. “hidup adalah pilihan”*ngutip kata-kata dosen gw*. Bahkan kalau dengan tulisan, orang lain justru akan “respect” dengan kita *arti respect apa yaa?? T_T*. tulisan kita, bisa menjadi pengalaman untuk mereka, bisa jadi motivasi, bisa jadi berita terpanas *bahasa melayunya itu HOT,halah!*, bisa jadi jalan keluar bagi yang punya masalah, dan sebagainya. Pokoknya, banyak manfaatnya. Dan yang paling penting, apabila tulisan kita ditujukan pada yang bersangkutan *kesangkut dipohon kalii’ -.-“*, bisa jadi itu jadi pemahaman masing-masing. Yang punya masalah, jadi bisa dibicarakan, sambil makan minum ngerujak *ajak-ajak yee* ujung-ujungnya jadi nikah, and clear *undang gw, makan-makan kan?? :p*.

Seperti yang terjadi sekarang, berhubung saya agak galau *katanya anak tua sekarang (kenapa dibilang tua?? Karena umur muda, gaya emak-emak :D, peace. Tapi kadang kebalikan juga, umur tua, gaya anak muda. Udah kebolak-balik emang kodrat tua sm muda.. ckckkck) stop! Kepanjangan, lanjutt*, makanya saya ungkapin dalam tulisan ini. Berharap diketahui dan di balas dengan cara yang cerdas pula. Yah, sekalian berbagai pengalaman *pengalaman nih T_T*.

So, masih mau berharap sama yang ada disekitar? Belum mau bergerak sendiri? Masih mau menunggu untuk digerakkin?? *capek banget deh! -.-“* ayo cepat! Berani untuk bertindak dan berani untuk melakukan perubahan! *hal yang positif dan  halal pastinya, siiip?? ;)*

Wassalamualaikum.