Monday, 16 October 2023

15 Oct 2021

بسم الله
suatu saat kita akan menyadari bahwa masa lalu membawa pelajaran hingga saat ini. juga membawa dampak pada diri dimasa kini.
daripada seakan menyalahkan keadaan, kita lebih perlu menyadari bahwa masa lalu telah berakhir, walaupun berlari dari trauma adalah kesalahan, namun berhenti sejenak adalah hal yang tepat. Lalu berjalan bersama trauma dalam healing yang diri sendiri tentukan.
yang mengerti diri kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. jangan beri celah untuk orang lain masuk dan menghancurkan lebih dalam, tapi terus berusaha bahwa perubahan akan selalu menjadi lebih baik, dan hikmah menunggu untuk diraih.
sabr sabr sabr dan terima. semoga perjalanan tanpa akhir ini dapat melekatkan pikiran dan hati dalam satu tujuan yang sama.. genggam tanganku dan percayalah kita bisa melaluinya..

Dua Rahasia

Salah satu sebab sulitnya proses kesembuhan adalah ketika peruqyah mulai tertarik hingga jatuh cinta kepada pasiennya..

Saat jiwanya terguncang, bahkan hingga “terjatuh” tadi, maka pada kondisi itu panah-panah beracun dari syaitan mulai menikam dan venomnya mulai menjalar dan meracuni fikiran sang peruqyah.

Niat yang awalnya suci dan terjaga mulai keruh, rusuh dan lusuh diselimuti hawa nafsu. Hilangnya cahaya diruang kontrol utama hati manusia menjadi sebab utama datangnya kegelapan. Dan penghianatanpun dimulai!

Syaitan memperindah gejolak busuk itu seharum dan indahnya rekahan mawar, lalu semua tipu daya dan kepalsuan dimulai. Syaitan dan hawa nafsu bersekongkol, dan waktu pun bergulir tak pandang bulu.

Racun yang liar ini akan menyatu, menjadi racikan mematikan ketika mereka bertemu dengan warna yang serupa. Lalu kedua rasa itu bertemu dalam ikatan haram bernama cinta, ukhuwwah bahkan atas nama dakwah.

Ketika pasien jatuh cinta kepada sang peruqyah atau sebaliknya, maka batal dan hilanglah semua keberkahan al Qur’an yang mengalir pada udara dan nuansa. Hembusan nafas telah bercampur kemaksiatan terselubung.

Ketika keburukan sudah mulai ditanam dan terjaga, maka pohon ini akan tumbuh liar dan bertahan. Hingga bulan bertemu tahun, lalu keduanya mulai bertanya kemanakah kesembuhan yang dulu menjadi dambaan?

Penghianatan rasa adalah hal yang mengotori do’a, melemahkan bahkan hingga menghilangkan keberkahannya samasekali. Membuat hubungan antara hamba yang lemah dengan sumber kekuatan utama terputus.

Hawa nafsu adalah penanggungjawabnya, kadang berbentuk hubungan haram bernama cinta. Kadang berupa ghibah, fitnah hingga namimah.

Tidak sedikit mereka yang telah ditolong dengan setulus hati menjadi musuh dikemudian hari. Ada api yang menyala tanpa ia sadari membakar dirinya dan menutup jalan-jalan kesembuhannya.

Diantaranya ada yang diam-diam mencintai pahlawan yang mengangkat hidupnya dari lembah kesedihan ataupun prajurit yang terlibat persengketaan rasa. Hingga pucuk senjatanya berubah jadi bunga mawar..

Jika pasien, mencintai peruqyah. Atau peruqyah mencintai pasiennya. Maka hentikan proses ruqyah dan perbanyak amal shalih untuk mengalahkan rasa itu dan mintalah ampun dan pertolongan kepada Allah, untuk melawan rasa. Atau katakanlah, aku menyerah.

Rekomendasikan ia kepada peruqyah lain yang lebih amanah. Perintahkan ia berhijab dan selamat kan diri, mintalah perlindungan kepada Allah. Karena, demi Allah, sebagaimana firman-Nya godaan hawa nafsu itu dahsyat sementara godaan syaitan itu lemah.

Ini adalah dua rahasia, kenapa ada pasien-pasien istimewa yang tak kunjung sembuh setelah semua cara ditempuh. Ada persengketaan rasa yang rahasia, ada ikatan haram yang selamanya menjerat keduanya.

Nuruddin al Indunissy
Hongkong 21 July 2019

Thursday, 28 September 2023

Bagaimana Menyikapi Serangan Balik? Unai

Kajian 5 | Bagaimana Menyikapi Serangan Balik?
Bismillah asholatu wassalamu 'ala Rosulillah, wa'ala alihi wa shohbihi ajma'in wa man tabi'ahum bi ihsani ila yaumiddin. Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang maha luas dan kekal kasih sayangnya. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah limpah kepada Rasulullah beserta orang tercinta didekatnya, keluarga, keturunan dan seluruh pengikutnya hingga Akhir jaman. Selamat menunaikan ibadah shaum di romadhan hari yang pertama ini, untuk segenap keluarga besar RehabHati Indonesia dan seluruh mukminin-mukminat yang berbahagia.
Pertanyaan dari Akh Ali Abu Hafshoh [Owner dan Trainer Rehab Hati Payakumbuh]: Bagaimana membentengi keluarga kita dari Syaitan?
Ini adalah pertanyaan yang wajib ada disetiap pelatihan ruqyah di seantero nusantara. Bisikan syaitan pertama kali bagi mereka yang sudah mulai bertekad untuk menjadi mujahid tauhid dalam memerangi syaitan terkutuk yang menjajah kebanyakan muslimin dimanapun berada.
Serangan balik diistilahkan sebagai respon atas sebuah serangan pertama yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap individu atau kelompok,
atau tindakan balas kepada pihak yang pertama kali menyerang.
Serangan balik juga diibaratkan ‘serangan pertama’ kali dalam sebuah pertempuran, dimana musuh menyerang balik benteng pertahanan kita disebabkan oleh serangan kita yang terdahulu.
Jadi tidak bisa dikatakan serangan balik kalau kondisi musuh sudah ada dalam benteng kita bertahun-tahun. Karena yang ada adalah justru kitalah yang menyerang mereka balik.
Artinya dalam dunia ruqyah tidak ada istilah serangan balik karena kita sudah ada dalam kancah pertempuran sejak lama.
Hanya saja manusia tidak menyadarinya, sehingga ketika ia mendapat serangan dan Allah memperlihatkannya seakan itu adalah serangan balik dari musuh.
Padahal musuh sudah sejak lama memerangi kita.
Jadi yang harus dilakukan adalah ‘hanya’ berupaya memperkuat benteng pertahanan kita sendiri.
Atau kita definisikan sebagai benteng ghoib, seperti kita ketahui bahwa benteng ghaib ini tercipta dari ritual sunnah yang dilakukan setelah menunaikan kewajiban sebagai bukti ketaatan yang berlandaskan akidah yang murni diatas tegapnya jiwa yang bertauhid.
Sederhana saja, kalau biasanya kita mendhowamkan ritual sunnah sebagai ibadah maka kita ubah ia menjadi senjata pertahanan [do’a perlindungan] sekaligus ibadah.
Dan lalu mengajarkannya kepada anak dan istri. Seperti dilakukan Rasulullah sholallahu alaiyhi wa sallam terhadap dua cucunya hasan dan husain dengan kalimah “U’idzukuma bikalimatillahit tammah min kulli sayyitoni wa hammah wa min kulli ‘aini lammah”.
Aku lindungi kalian berdua dengan kalimat-kalimat perlindungan dari Allah yang sempurna dari segala gangguan syaitan dan bisa binatang dan tatapan mata yang dengki…
Jadi jika Rasul sholallahu alaiyhi wa sallam saja yg sudah dijamin Allah subhannahu wa ta’ala mendo’akan keluarganya, apalagi kita yang tidak ada jaminan sedikitpun.
Intinya pelajaran agar kita juga memperhatikan amalan dan akidah keluarga.
Adapun jika salah satu keluarga kita diambil syaitan, maka ketahuilah ya Ikhwah bahwa itu adalah ujian!!!
Sebuah ujian bagi keteguhan jiwamu, akankah lebih membela mereka atau islam didadamu?
Karena keluarga itu adalah merupakan bagian dari “dunia” yang telah Allah laknat.
Akankah engkau berhenti atau berdiri lebih kuat lagi untuk membalaskan sakit hati kepada musuh-musuh Allah itu?
Maka, jika engkau istiqamah ketahuilah bahwa kesabaran syaitan itu tidak seberapa nilainya jika dibanding kemahasabaran Allah dalam menunggu taubat kita.
Secara teknis, bagaimana melindungi keluarga dari marabahaya sihir, serangan balik dukun, syaitan dibangsa jin dll?
Tahap 1,
Tentu dengan membersihkan diri dari kesyirikan. Karena Allah meninggalkan atau berlepastangan dari pribadi atau keluarga yang musyrik. Bumihanguskan kesyirikan dari keluarga kita secara bertahap atau tuntaskan seketika.
Setelah keluarga bebas dari syirik, terutama benda syirik secara dzahir kemudian bebaskan mereka dari syirik yang bersifat bathin (didadanya). Ini bukan pekerjaan mudah, dari itulah kita dituntut untuk mendakwahi diri sendiri dan keluarga sebelum terjun. Agar kita punya basic atau pondasi semangat yang luarbiasa ketika mendapat sokongan keluarga.
Namun jika belum berhasil, justru jangan berpangku tangan dan curhat sana-sini seperti ahwat-ahwat curhater itu. Tapi bangkit dan bantu umat dengan apa yang bisa kita lakukan, maka lihatlah disana Allah akan bantu engkau dan keluargamu.
Tahap 2,
Jika sudah bersih dari syirik dzahir dan batin maka tahap selanjutnya adalah mengajak mereka untuk membuktikan iman didadanya dengan ketaatan berupa penunaian ketaatan kepada Allah dengan mengerjakan seluruh kewajiban yang ia mampu.
Setelah ia mampu menunaikan kewajibannya, maka selanjutnya ajak untuk mencintai dan mengaplikasikan sunnah.
Jika itu sudah tergapai dengan sempurna, maka kewajiban engkau sebagai kepala rumah tangga selesai.
Sisanya berikan kepada Allah, apakah ia ridho atau belum untuk menyembuhkan dan menjaga mereka?
Jika belum maka pelajaran selanjutnya adalah ikhlas.
Tahapan 3,
Adalah mengajak keluarga untuk meleburkan dirinya dengan dakwah antum.
Menanamkan nilai-nilai kehidupan yang sesungguhnya, memberitahukan kembali bahwa akhirat sudah dekat. Menceritakan kepada mereka tentang sungai-sungai di syurga yang batunya dari mutiara. Membicarakan properties syurga yang harus dibangun dan direncanakan dari sekarang.
Sehingga keluarga akan menjadi pasukan kita, Bukan penghalang kita dalam berdakwah.
Inilah sesungguhnya nikmat terbesar, sebuah kebahagiaan atau bahkan syurga sebelum syurga yang sesungguhnya ketika memiliki keluarga yang mendukung kita dalam suka dan duka dalam menggapai syurga yang sesungguhnya.
Intinya, jika keluarga kita diserang syaitan, Allah sedang mendidik kita untuk mendidik mereka. Mendisiplinkan iman mereka.
Wallahu’alam

Friday, 21 October 2022

baby

بسم الله الرحمن الرحيم

Ya Allāh, aku sadari melihat seorang bayi itu menyenangkan. Rasanya mendamaikan hati. Walaupun secara tak sadar bahwa ada tanggung jawab besar selama bersama bayi tsb.

Bahagia bisa melihat perkembangannya. Bahagia bisa berbicara & memberikan ilmu yang kita miliki.

Tapi saat ini, mungkin cukup kusentuh, kusayang dari bayi yang lain.

Dikira mereka bahagia? Tidak saat ini mungkin. Karena kehidupan sesungguhnya baru akan dimulai.

Ya Rabb, apakah adil dunia ini? Disaat aku menginginkan baby. Dan itu didepan mata. Tapi justru mereka sebaliknya. Tak menginginkan  baby yang tangguh itu hadir.

subhanAllāh

apa kata2 yang harus keluar dari bibir kelu ini?

insan

Bismillāh.. 

level kemampuan setiap insan berbeda2, kita ga bisa samain. keperluan hidup setiap insan pun berbeda2, kita ga bisa paksain. bayangkanlah jika kita berada diposisi insan tsb, maka kita akan merasakan apa yg mereka rasakan. tapi satu hal, setiap insan di hadapan Sang Pencipta itu sama, yang berbeda hanya tingkat ketaqwaannya.

Friday, 14 October 2022

i feel crazy and so ugly

بسم الله الرحمن الرحيم

I feel so crazy and ugly these days.
no motivation no support no one can talk or sharing with me.
I feel like I'm living alone.
just do my routine activities and feel so loneliness.
am i?

So scary to see myself in the miror.
So difficult to talk even just one word.
what i can do is only crying.

Thursday, 13 October 2022

lelah

بسم الله الرحمن الرحيم

aku hanya sedang lelah. menanti sesuatu hal.. tp kehidupan terus berjalan.. dan aku hanya butuh teteap bertahan.. sampai ajal hanya sampai di tenggorokan dan ruh kluar dari tubuh ini..